Menjawab problematika kontemporer yang sedang dihadapi kaum muslimin di penjuru dunia, khususnya di Indonesia.
๐ Menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Ikhwan dan Akhwat yang masuk baik melalui facebook, instagram, watsapp, email maupun secara langsung.
๐ Me-review kitab-kitab para ulama' klasik dan kontemporer.
๐ Vlog aktivitas yang bermanfaat.
๐ Tutorial yang bermanfaat.
Muhammad Maftuhin Ar-Raudli Official
DUNIA
Salah satu hal terbesar yang meringankan kesulitan dunia bagi seseorang adalah memahami hakikatnya: bahwa dunia ini bukanlah tempat tinggal abadi, juga bukan tempat pembalasan yang final, melainkan tempat tugas dan ujian, betapapun tampak panjang dan berlarut-larut bagi kita.
Al-Qur'an membukakan pintu pemahaman yang agung tentang waktu, dan mengajarkan kita bahwa apa yang dipandang manusia jauh bisa jadi dekat dalam timbangan akhirat: {Sesungguhnya mereka memandangnya (siksaan) jauh, sedang Kami memandangnya dekat}.
Ketika seorang mukmin merenungkan makna ini, ia menyadari bahwa seluruh usianya, dengan segala suka dan duka, cobaan dan penantiannya, bukanlah akhir segalanya, melainkan fase singkat dalam perjalanan yang lebih panjang dan lebih agung. Dari sini, kesabaran menjadi ringan, beban kegelisahan berkurang, dan seseorang mengetahui bahwa yang dituntut darinya di dunia ini adalah untuk berpikir, memilih, beramal, dan istiqamah, bukan untuk melihat seluruh balasan terwujud di hadapannya saat ini juga.
Allah SWT. menjadikan kehidupan ini sebagai tempat ujian, memberi manusia akal, pilihan, dan wahyu yang membimbingnya, kemudian mengaitkan segalanya dengan suatu hari di mana akan terjadi pemutusan final dan keadilan yang sempurna. Seandainya manusia mengetahui hakikat dunia, niscaya ia tidak akan menganggap berat bersabar dalam ketaatan, tidak akan membesar-besarkan beban cobaan, dan tidak akan menjadikan tahun-tahun yang terbatas ini lebih besar dari hakikatnya.
Demikian pula, perenungan ini mengingatkan kita akan keagungan Allah SWT., bahwa Dia Mahasuci dari batasan-batasan yang ada dalam hidup kita, seperti waktu dan tempat, dan bahwa keterbatasan pemahaman kita tidak mampu meliputi kecuali bagian kecil dari alam semesta yang agung ini. Karena itulah, iman yang benar memadukan antara perenungan, kerendahan hati, kesabaran, dan kepercayaan kepada Allah.
Kesimpulannya, dunia ini lebih pendek dari yang kita duga, dan akhirat lebih dekat dari yang kita bayangkan. Siapa yang memahami hal ini, ia akan bersabar dengan kesabaran yang indah, dan menjalani kehidupan ini sesuai hakikatnya: tempat amal, bukan tempat keabadian.
7 months ago | [YT] | 1
View 0 replies
Muhammad Maftuhin Ar-Raudli Official
Munajat Seorang Mukmin kepada Rabb-nya
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu, wahai Yang Maha Kuat, wahai Yang Maha Perkasa, wahai Yang Maha Memberi Pertolongan, dengan kekuatan dan kemuliaan-Mu, jadikanlah Engkau penolong dan pembantu kami dalam seluruh perkataan, keadaan, perbuatan kami, dan dalam seluruh kebaikan yang sedang kami lakukan. Lindungilah kami dari segala kesusahan, kesempitan, keburukan, murka, dan cobaan yang mungkin kami terima akibat kelalaian dan dosa-dosa kami. Wahai Yang Maha Lembut, wahai Yang Maha Kuasa, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Engkau telah berfirman, dan firman-Mu adalah benar: (Dan Dia memaafkan banyak dosa)
7 months ago | [YT] | 1
View 0 replies
Muhammad Maftuhin Ar-Raudli Official
Satelit untuk Pemantauan Hilal, Proyek Besar Darul Ifta Al-Mishriyyah yang Perlu Kita Dukung
Pernahkah Anda membayangkan menyaksikan momen kelahiran hilal secara "langsung" di layar televisi Anda, bebas dari gangguan awan dan debu? Ini bukanlah fiksi ilmiah, melainkan proyek "Satelit Arab-Islam yang Diusulkan" yang dipimpin oleh Darul Ifta Mesir.
Berikut semua yang perlu Anda ketahui tentang proyek ambisius ini:
๐ญ Bagaimana Cara Kerja "Satelit Hilal"?
Proyek ini mengandalkan teknologi yang sangat canggih, memadukan antara ru'yah syar'iyyah dan ilmu pengetahuan modern.
ยท Teleskop Luar Angkasa: Satelit ini membawa teleskop presisi yang diarahkan pada tanggal 29 setiap bulan Hijriah menuju ufuk tempat hilal berada.
ยท Melewati Hambatan: Keunggulan utamanya adalah ketinggian; satelit mengamati hilal dari luar atmosfer Bumi, yang berarti tidak terpengaruh oleh awan, debu, atau hambatan cuaca yang mempersulit pengamatan darat.
ยท Ru'yah untuk Semua: Satelit mengorbit Bumi setiap 90 menit dan melintasi sebagian besar negara Islam setelah matahari terbenam, di mana ia mengirimkan gambar hilal "langsung" untuk ditampilkan di layar televisi, sehingga orang dapat melihatnya dengan mata kepala sendiri dari rumah mereka.
๐ง Apa yang Menghalangi Proyek Ini untuk Diluncurkan?
Meskipun proyek ini telah melewati tahap studi dan penggalangan dana yang panjang, masih menghadapi dua kendala utama:
ยท Kendala Ilmiah (Perbedaan Mathla'): Masalah "perbedaan mathla'" (wilayah visibilitas hilal) masih ada, apakah gambar yang ditangkap satelit di atas suatu negara mewajibkan negara lain yang jauh?
ยท Kendala Internal: Desakan sebagian pihak untuk hanya menggunakan "mata telanjang" dan menolak teknologi modern, menghambat pemanfaatan kemajuan ini untuk menyatukan umat Islam.
๐ก Mengapa Proyek Ini Penting?
Menggunakan teknologi ini tidak berarti meniadakan "ru'yah syar'iyyah", melainkan mengembangkan sarananya, alih-alih saksi mencari hilal di atmosfer yang penuh debu, ia dapat melihatnya dengan sangat jelas melalui teknologi tercanggih, sehingga mengakhiri kebingungan tahunan.
8 months ago | [YT] | 1
View 0 replies
Muhammad Maftuhin Ar-Raudli Official
KU PERSEMBAHKAN PAHALA KARYA ILMIAH INI KEPADA IBUNDA TERCINTA
Saya punya kisah dengan ibu tercinta, cerita yang selalu membuat kedua mata saya basah, karena ketika itu keluarga saya sedang diuji ekonominya. Tepatnya ketika saya masih menimba ilmu di pesantren. Kini kisah ini terasa sangat indah bila melintas dalam ingatan.
Singkat cerita, kala itu saya ingin memperdalam ilmu ushul fiqih dan qawa'id fiqih. Saya meminta uang beberapa ribu kepada ibu saya untuk membeli kitab. Ibu saya bilang sambil berkaca-kaca kedua matanya: "Nak, ibu belum bisa membelikan, ibu belum punya uang."
Ketika itu saya menarik nafas seraya berfikir tentang ekonomi keluarga saya yang sedang tidak baik-baik saja. Saya kembali ke pesantren, dan tetap mendalami ilmu ushul fiqih dan qawa'id fiqih dengan meminjam kitab-kitab dari perpustakaan pesantren.
Beberapa bulan berikutnya, saya pulang ke rumah, dan ibu saya memberikan hadiah berupa selonjor bambu kering, yang ternyata isinya uang recehan hasil tabungan ibu. Ketika saya buka, jumlahnya sekitar beberapa ratus ribu. Ketika itu perasaan saya bahagia bercampur haru, karena mempunyai seorang ibu yang hebat dan sangat luar biasa. Keesokan harinya saya diantar kakak ipar saya ke toko untuk membeli beberapa kitab.
Demikian kisah singkat saya dengan ibu tercinta, kisah yang selalu membuat saya bersyukur, karena dikaruniai seorang ibu yang hebat.
Alhamdulillah, kini kitab-kitab ushul fiqih dan qawa'id fiqih yang kami tulis bisa terbit secara internasional, di Kairo, Mesir dan di Beirut, Lebanon. Ada juga yang terbit secara nasional di Indonesia.
Ku persembahkan itu semua kepada ibunda tercinta.
1 year ago | [YT] | 1
View 0 replies
Muhammad Maftuhin Ar-Raudli Official
KENANGAN BERSAMA IBUNDA TERCINTA
Kalau melihat dua kitab ini, saya jadi teringat kenangan indah bersama ibu sekitar 18 tahun yang lalu. Dulu waktu masih mondok saya minta uang untuk beli kitab kaidah-kaidah fiqih. Tapi ketika itu ibu tidak mampu membelikannya. Akhirnya saya menuangkan kaidah-kaidah fiqih di buku dengan tulisan tangan, kemudian saya hafalkan dan pahami satu per satu.
Dan alhamdulillah, sekarang kitab-kitab saya tentang kaidah-kaidah fiqih dan ushul fiqih telah menyebar luas dan dimanfaatkan oleh ribuan intelektual muslim di berbagai penjuru dunia Islam, karena di antaranya telah diterbitkan di Indonesia, Mesir, dan Lebanon.
Kitab-kitab tersebut telah menyebar di berbagai negara Islam, dan menjadi salah satu rujukan dalam mendalami hukum-hukum syati'at. Ya Rabb, saya persembahkan pahala karya ala kadarnya ini kepada ibunda tercinta.
1 year ago | [YT] | 2
View 0 replies
Muhammad Maftuhin Ar-Raudli Official
MUHAMMAD BIN IDRIS ASY-SYAFI'I (IMAM SYAFI'I)
Alhamdulillah, bisa berkunjung ke makam ulama' besar, Imam Syafi'i.
Tintaku seakan tak mampu menggoreskan kelebihan yang dikaruniakan Allah kepada beliau, dan lisanku seakan tak kuasa untuk menuturkan kehebatan dan kecerdasan beliau.
Keluasan dan kedalaman ilmunya telah diakui kawan maupun lawan, kemasyhuran namanya bak kasturi yang dapat dicium oleh penghuni langit dan bumi.
Tidak hanya para cendekiawan, rakyat jelatah pun mengenal beliau, tidak hanya pengikut madzhab Syafi'i saja yang menimba ilmu dari beliau, tapi beliau telah menjadi sumber mata air bagi madzhab-madzhab yang lain.
Beliaulah yang menyatukan dan mengkompromikan antara ahlul hadits dan ahlur ra'yi (logika). Beliau mengambil fiqhul hadits (fiqih hadits) dari Imam Malik bin Anas yang berdomisili di Madinah, dan juga mengambil fiqhur ra'yi (fiqih logika=analogi) dari kedua murid Abu Hanifah, yakni Abu Yusuf dan Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani yang berdomisili di Baghdad. Dan beliau juga menimba ilmu dari ulama'-ulama' besar pada masanya.
Beliau mengambil kelebihan dari kedua madrasah (aliran) fiqih tersebut, dan menambahi atau bahkan merevisi masalah-masalah yang diperlukan.
Beliaulah peletak batu utama pengodifikasian ilmu ushul fiqih, yang kemudian diikuti oleh para pengikut dari lintas madzhab.
Dan tidaklah beliau membaca atau mendengarkan suatu ungkapan, kecuali akan menghafalnya di luar kepala dengan durasi waktu yang sangat cepat.
Madzhab fiqih beliau merupakan madzhab yang paling banyak dianut oleh umat Islam di planet ini.
Luar biasa, itulah ungkapan yang bisa kami sampaikan untuk menyifati segala kelebihan yang dianugerahkan Allah kepada beliau.
Ya Robb, jadikanlah kami bagian dari orang-orang yang betmanfaat bagi umat, dan kumpulkanlah kami bersama-sama di surga-Mu. Aamiin...
4 years ago | [YT] | 10
View 0 replies
Muhammad Maftuhin Ar-Raudli Official
AHLI FIQIH BESAR, IMAM LAITS BIN SA'D
Bagi para thullabul 'ilmi nama Imam Laits bin Sa'd tentu tidak asing lagi, seorang Faqih (ahli fiqih) besar yang keilmuannya sangat luar biasa.
Bahkan sekaliber Imam Syafi'i pun terkagum-kagum dengan kecerdasan beliau dalam beristidlal. Sehingga Imam Syafi'i pun mengakuinya seraya berkata:
ุฅูู ุงูููุซ ุฃูููู ู ู ู ุงูู ุฅููุง ุฃูู ุฃูุตุญุงุจู ูู ูููู ูุง ุจูู
"Sungguh, Imam Laits itu lebih Faqih (lebih alim dalam bidang Fiqih) daripada Imam Malik, hanya saja para muridnya tidak memperjuangkan madzhab beliau".
Imam Syafi'i mengetahui itu semua karena Imam Laits dan Imam Malik ketika itu sering berdiskusi melalui surat dan langsung didengarkan oleh Imam Syafi'i yang tatkala itu masih menimba ilmu dari Imam Malik.
Meskipun ketika itu Imam Malik tinggal di Madinah dan Imam Laits di Mesir, tapi keduanya tetap saling bersilarurrahim dan berdiskusi melalui surat, dan bahkan Imam Laits rutin mengirimkan uang dinar kepada Imam Malik.
Imam Syafi'i semasa hidupnya belum pernah berjumpa dengan Imam Laits, karena ketika beliau hijrah ke Mesir, Imam Laits sudah wafat, tapi Imam Syafi'i tetap menimba Fiqih Imam Laits dari para muridnya.
Sungguh indah kisah hidup mereka, para ulama' yang luar biasa, ya Robb jadikanlah kami bagian dari mereka orang-orang hebat.
4 years ago | [YT] | 6
View 0 replies
Muhammad Maftuhin Ar-Raudli Official
Imam Asy-Syafi'i berkata: "Demi Allah, kehidupan seorang pemuda harus dibekali dengan ilmu dan ketaqwaan, jika keduanya tidak ada, maka tidak ada nilai untuk dirinya".
4 years ago | [YT] | 3
View 0 replies
Muhammad Maftuhin Ar-Raudli Official
AL-IMAM JALALUDDIN AS-SUYUTHI
Beliau adalah salah satu sang idola, ulama' besar yang namanya harum semerbak bak minyak kasturi yang selalu memberikan spirit bagi para thullabul 'ilmi.
Bagaimana kami tidak mencintai beliau, seorang ulama' besar yang telah memberilan sumbangsih intelektual yang sangat luar biasa bagi umat Islam.
Karya-karya beliau selalu menghiasi rak-rak perpustakaan Islam di seantero dunia, karya-karyanya mampu mengantarkan para thullabul ilmi menjadi ulama'-ulama' hebat masa depan.
Beliau seumpama lautan dalam keluasan dan kedalaman ilmunya, seumpama oase tatkala matahari bak lidah api yang menjilat bumi, seumpama tetesan embun kesejukan di tengah padang sahara, sungguh beliau adalah ensiklopedia Islam, karena beliau telah menguasai berbagai fan ilmu keislaman.
Ya Robb, jadikanlah hamba-Mu ini bagian dari mereka yang selalu memberilan manfaat besar bagi Islam dan umat Islam.
4 years ago | [YT] | 6
View 0 replies
Muhammad Maftuhin Ar-Raudli Official
Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam
4 years ago | [YT] | 6
View 0 replies
Load more