Musim Dingin Ancam Gaza, 162 Ribu Tenda Pengungsi tak Lagi Layak Huni
Musim dingin kembali mendekat, tetapi bagi warga Palestina yang mengungsi di Jalur Gaza, datangnya hujan dan udara dingin bukan sekadar pergantian musim. Ribuan keluarga harus bersiap menghadapinya di dalam tenda-tenda yang sudah rusak dan tak lagi mampu memberikan perlindungan memadai.
Krisis tempat tinggal yang belum terselesaikan membuat ancaman musim dingin semakin berat. Selain kekurangan tempat berlindung, para pengungsi juga menghadapi keterbatasan alat pemanas dan berbagai kebutuhan dasar.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Musim dingin sebelumnya telah menunjukkan betapa rapuhnya kondisi tenda-tenda pengungsi. Hujan dan angin menyebabkan sejumlah tenda terendam, sementara lainnya beterbangan atau robek.
Kini, sekitar 60 persen tenda pengungsi diperkirakan telah rusak dan tidak lagi layak digunakan.
Warga Palestina yang Syahid Akibat Genosida di Gaza Capai 74.016 Orang
Kekejaman genosida Isra*l yang terus berlangsung di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah menyebabkan 74.016 warga syahid Palestina dan 175.068 korban luka.
Dalam 48 jam terakhir, otoritas kesehatan Palestina melaporkan rumah sakit di seluruh Gaza menerima tujuh jasad dan 38 korban luka.
Jumlah warga Palestina yang syahid sejak gencatan senjata diperkenalkan pada 11 Oktober 2025 bertambah menjadi 1.415 orang, dengan jumlah korban luka mencapai 4.953 orang.
Film Dokumenter NAZA Bakal Tayang di 50 Negara, Bisa Ditonton Gratis
Film dokumenter NAZA karya sineas Israel Yuval Abraham dan Rachel Szor dijadwalkan tayang di bioskop lebih dari 50 negara. Film produksi The Guardian ini membongkar sistem yang digunakan intelijen Israel dalam misi pembunuhan massal warga sipil di Gaza, Palestina.
Setelah masa penayangan di bioskop berakhir, NAZA akan tersedia secara gratis melalui situs The Guardian. Langkah itu diambil sebagai bagian dari komitmen mereka untuk menyebarluaskan jurnalisme independen.
NAZA, sebuah film dokumenter yang mengangkat praktik genosida dan sistem militer Israel dalam pembunuhan terhadap warga sipil di Gaza, akan tersedia untuk ditonton secara gratis melalui situs The Guardian setelah rangkaian penayangan di bioskop selesai. Sutradara Yuval Abraham mengatakan keputusan tersebut diambil karena besarnya minat publik terhadap film itu, sehingga setiap orang nantinya dapat menyaksikan film beserta kesaksian para sumbernya.
NAZA disutradarai Yuval Abraham dan Rachel Szor, dua pembuat film Israel yang sebelumnya turut menyutradarai dokumenter peraih Oscar No Other Land. Film berdurasi 80 menit ini didasarkan pada investigasi selama hampir tiga tahun dan wawancara dengan 24 sumber dari kalangan militer serta intelijen Israel yang identitasnya dirahasiakan. NAZA sebelumnya meraih Special Jury Prize di Festival Film Venesia 2026 setelah mendapat standing ovation selama sekitar 25 menit.
Ancaman Badai Musim Dingin: 1,7 Juta Warga Gaza Terjebak di Tenda Rusak dan Bangunan Rapuh
Suhu dingin dan guyuran hujan berat mulai membayangi Jalur Gaza. Di tengah krisis yang tak kunjung usai, Kementerian Pembangunan Sosial Gaza memuntahkan peringatan keras, ribuan keluarga pengungsi yang bertahan di tenda-tenda lusuh serta bangunan retak kini berada di ambang bencana baru.
Kementerian mendesak seluruh lembaga kemanusiaan dan relawan lokal untuk membuang pola lama yang sebatas “merespons setelah musibah terjadi”. Mereka diminta merapat, menyatukan barisan, dan melakukan aksi pencegahan di lapangan sebelum cuaca ekstrem benar-benar menerjang.
Peringatan ini sejalan dengan penilaian terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB menempatkan krisis tempat tinggal sebagai salah satu ancaman kemanusiaan paling krusial di Gaza saat ini, meny meny menyusul hancurnya infrastruktur dan makin minimnya pasokan material penunjang.
3 Ribu Bangunan Retak Ancam Nyawa Pengungsi Gaza Jelang Musim Dingin
Robohnya Gedung Al-Saada di Kota Gaza kembali membuka tabir kelam nasib puluhan ribu warga Palestina. Setelah rumah-rumah mereka rata dengan tanah akibat gempuran militer Israel, bangunan-bangunan retak yang nyaris roboh kini terpaksa menjadi benteng terakhir untuk bernaung, di tengah timbunan puing yang tak kunjung terangkut dan ketiadaan alat berat untuk pembenahan.
Insiden ini hanyalah puncak gunung es dari krisis pemukiman di Gaza. Lebih dari 80 persen bangunan di Jalur Gaza kini rusak atau hancur total, bahkan di Kota Gaza angkanya menembus 92 persen. Lebih dari 200 ribu unit hunian terdampak parah, memaksa puluhan ribu jiwa berdesakan di dalam tenda atau nekat tinggal di dalam reruntuhan yang siap roboh kapan saja.
Kementerian Pekerjaan Umum Gaza mencatat sedikitnya ada 3.000 bangunan yang kini dalam kondisi kritis dan terancam runtuh. Di Kota Gaza saja, Pertahanan Sipil mendeteksi lebih dari 700 bangunan rawan ambruk yang lokasinya berdempetan langsung dengan pemukiman dan area tenda pengungsian.
Ancaman ini makin nyata seiring mendekatnya musim dingin. Al-Mughair memperingatkan keberadaan lebih dari 3.000 bongkahan beton gantung di berbagai bangunan rusak. Curahan air hujan serta beban angin dikhawatirkan dapat memicu runtuhnya potongan beton tersebut dan menimpa warga di sekitarnya.
9 Warga Syahid Dihantam Rudal Israel, 2 Bayi dan Anak-anak
Sedikitnya sembilan warga Palestina, termasuk empat orang dari satu keluarga yang sama, syahid akibat gelombang serangan udara militer Israel yang menyasar wilayah utara dan selatan Jalur Gaza sejak Kamis (10/9/2026 M – 27 Rabiul Awal 1448 H).
Tanpa Tas, Meja, dan Bangku, Anak-Anak Gaza Tetap Datang untuk Belajar
Krisis kemanusiaan mendalam terus mencengkeram dunia pendidikan di Jalur Gaza menjelang dimulainya tahun ajaran baru (2026-2027). Sekitar 100 ribu siswa terancam kehilangan hak dasar mereka untuk mengenyam pendidikan yang layak setelah milit*r Isra*l menghancurkan tak kurang dari 95 persen fasilitas serta bangunan sekolah di seluruh kawasan tersebut, merujuk data Kantor Media Pemerintah di Gaza.
Gibran.Hijrah
Musim Dingin Ancam Gaza, 162 Ribu Tenda Pengungsi tak Lagi Layak Huni
Musim dingin kembali mendekat, tetapi bagi warga Palestina yang mengungsi di Jalur Gaza, datangnya hujan dan udara dingin bukan sekadar pergantian musim. Ribuan keluarga harus bersiap menghadapinya di dalam tenda-tenda yang sudah rusak dan tak lagi mampu memberikan perlindungan memadai.
Krisis tempat tinggal yang belum terselesaikan membuat ancaman musim dingin semakin berat. Selain kekurangan tempat berlindung, para pengungsi juga menghadapi keterbatasan alat pemanas dan berbagai kebutuhan dasar.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Musim dingin sebelumnya telah menunjukkan betapa rapuhnya kondisi tenda-tenda pengungsi. Hujan dan angin menyebabkan sejumlah tenda terendam, sementara lainnya beterbangan atau robek.
Kini, sekitar 60 persen tenda pengungsi diperkirakan telah rusak dan tidak lagi layak digunakan.
1 day ago | [YT] | 2,016
View 49 replies
Gibran.Hijrah
Warga Palestina yang Syahid Akibat Genosida di Gaza Capai 74.016 Orang
Kekejaman genosida Isra*l yang terus berlangsung di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah menyebabkan 74.016 warga syahid Palestina dan 175.068 korban luka.
Dalam 48 jam terakhir, otoritas kesehatan Palestina melaporkan rumah sakit di seluruh Gaza menerima tujuh jasad dan 38 korban luka.
Jumlah warga Palestina yang syahid sejak gencatan senjata diperkenalkan pada 11 Oktober 2025 bertambah menjadi 1.415 orang, dengan jumlah korban luka mencapai 4.953 orang.
2 days ago (edited) | [YT] | 524
View 21 replies
Gibran.Hijrah
Film Dokumenter NAZA Bakal Tayang di 50 Negara, Bisa Ditonton Gratis
Film dokumenter NAZA karya sineas Israel Yuval Abraham dan Rachel Szor dijadwalkan tayang di bioskop lebih dari 50 negara. Film produksi The Guardian ini membongkar sistem yang digunakan intelijen Israel dalam misi pembunuhan massal warga sipil di Gaza, Palestina.
Setelah masa penayangan di bioskop berakhir, NAZA akan tersedia secara gratis melalui situs The Guardian. Langkah itu diambil sebagai bagian dari komitmen mereka untuk menyebarluaskan jurnalisme independen.
3 days ago | [YT] | 2,124
View 24 replies
Gibran.Hijrah
NAZA, sebuah film dokumenter yang mengangkat praktik genosida dan sistem militer Israel dalam pembunuhan terhadap warga sipil di Gaza, akan tersedia untuk ditonton secara gratis melalui situs The Guardian setelah rangkaian penayangan di bioskop selesai. Sutradara Yuval Abraham mengatakan keputusan tersebut diambil karena besarnya minat publik terhadap film itu, sehingga setiap orang nantinya dapat menyaksikan film beserta kesaksian para sumbernya.
NAZA disutradarai Yuval Abraham dan Rachel Szor, dua pembuat film Israel yang sebelumnya turut menyutradarai dokumenter peraih Oscar No Other Land. Film berdurasi 80 menit ini didasarkan pada investigasi selama hampir tiga tahun dan wawancara dengan 24 sumber dari kalangan militer serta intelijen Israel yang identitasnya dirahasiakan. NAZA sebelumnya meraih Special Jury Prize di Festival Film Venesia 2026 setelah mendapat standing ovation selama sekitar 25 menit.
6 days ago | [YT] | 3,014
View 60 replies
Gibran.Hijrah
Ancaman Badai Musim Dingin: 1,7 Juta Warga Gaza Terjebak di Tenda Rusak dan Bangunan Rapuh
Suhu dingin dan guyuran hujan berat mulai membayangi Jalur Gaza. Di tengah krisis yang tak kunjung usai, Kementerian Pembangunan Sosial Gaza memuntahkan peringatan keras, ribuan keluarga pengungsi yang bertahan di tenda-tenda lusuh serta bangunan retak kini berada di ambang bencana baru.
Kementerian mendesak seluruh lembaga kemanusiaan dan relawan lokal untuk membuang pola lama yang sebatas “merespons setelah musibah terjadi”. Mereka diminta merapat, menyatukan barisan, dan melakukan aksi pencegahan di lapangan sebelum cuaca ekstrem benar-benar menerjang.
Peringatan ini sejalan dengan penilaian terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB menempatkan krisis tempat tinggal sebagai salah satu ancaman kemanusiaan paling krusial di Gaza saat ini, meny meny menyusul hancurnya infrastruktur dan makin minimnya pasokan material penunjang.
1 week ago | [YT] | 1,702
View 70 replies
Gibran.Hijrah
3 Ribu Bangunan Retak Ancam Nyawa Pengungsi Gaza Jelang Musim Dingin
Robohnya Gedung Al-Saada di Kota Gaza kembali membuka tabir kelam nasib puluhan ribu warga Palestina. Setelah rumah-rumah mereka rata dengan tanah akibat gempuran militer Israel, bangunan-bangunan retak yang nyaris roboh kini terpaksa menjadi benteng terakhir untuk bernaung, di tengah timbunan puing yang tak kunjung terangkut dan ketiadaan alat berat untuk pembenahan.
Insiden ini hanyalah puncak gunung es dari krisis pemukiman di Gaza. Lebih dari 80 persen bangunan di Jalur Gaza kini rusak atau hancur total, bahkan di Kota Gaza angkanya menembus 92 persen. Lebih dari 200 ribu unit hunian terdampak parah, memaksa puluhan ribu jiwa berdesakan di dalam tenda atau nekat tinggal di dalam reruntuhan yang siap roboh kapan saja.
Kementerian Pekerjaan Umum Gaza mencatat sedikitnya ada 3.000 bangunan yang kini dalam kondisi kritis dan terancam runtuh. Di Kota Gaza saja, Pertahanan Sipil mendeteksi lebih dari 700 bangunan rawan ambruk yang lokasinya berdempetan langsung dengan pemukiman dan area tenda pengungsian.
Ancaman ini makin nyata seiring mendekatnya musim dingin. Al-Mughair memperingatkan keberadaan lebih dari 3.000 bongkahan beton gantung di berbagai bangunan rusak. Curahan air hujan serta beban angin dikhawatirkan dapat memicu runtuhnya potongan beton tersebut dan menimpa warga di sekitarnya.
1 week ago (edited) | [YT] | 3,037
View 77 replies
Gibran.Hijrah
FREE PALESTINE🇵🇸
9 Warga Syahid Dihantam Rudal Israel, 2 Bayi dan Anak-anak
Sedikitnya sembilan warga Palestina, termasuk empat orang dari satu keluarga yang sama, syahid akibat gelombang serangan udara militer Israel yang menyasar wilayah utara dan selatan Jalur Gaza sejak Kamis (10/9/2026 M – 27 Rabiul Awal 1448 H).
2 weeks ago | [YT] | 5,128
View 198 replies
Gibran.Hijrah
3 weeks ago | [YT] | 2,906
View 162 replies
Gibran.Hijrah
3 weeks ago | [YT] | 5,157
View 157 replies
Gibran.Hijrah
FREE PALESTINE🇵🇸
Tanpa Tas, Meja, dan Bangku, Anak-Anak Gaza Tetap Datang untuk Belajar
Krisis kemanusiaan mendalam terus mencengkeram dunia pendidikan di Jalur Gaza menjelang dimulainya tahun ajaran baru (2026-2027). Sekitar 100 ribu siswa terancam kehilangan hak dasar mereka untuk mengenyam pendidikan yang layak setelah milit*r Isra*l menghancurkan tak kurang dari 95 persen fasilitas serta bangunan sekolah di seluruh kawasan tersebut, merujuk data Kantor Media Pemerintah di Gaza.
4 weeks ago | [YT] | 7,807
View 137 replies
Load more