Selamat datang di kanal Jan S Aritonang Official (Documentary). Kanal dokumenter beragam karya baik buku dan tulisan, dedikasi, pengabdian dan pelayanan Alm. Pdt. Prof. Jan Sihar Aritonang, Ph.D., untuk dunia pendidikan, pelayanan gerejawi maupun lintas iman, dan masyarakat di sepanjang hidupnya.
Alm. Pdt. Prof. Jan Sihar Aritonang, Ph.D., telah meninggal dunia tanggal 21 November 2025, dan kanal ini merupakan salah satu upaya untuk terus melestarikan karya, pengabdian dan pelayanan beliau bagi generasi saat ini dan masa mendatang. Kiranya dapat bermanfaat dan berdampak untuk semua kalangan melalui beragam konten yang menyajikan inspirasi, edukasi dan nilai-nilai kolaborasi.
Alm. Pdt. Prof. Jan Sihar Aritonang, Ph.D, adalah Penulis, Pakar Sejarah Gereja dan Kekristenan, Teolog, Guru Besar STFT Jakarta, Pdt. [Em] GKPI, Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Theologi - STFT Jakarta, 1995-1999, 2007-2011,
Founder of Pusat Dokumentasi Sejarah Gereja Indonesia (PDSGI) - STFT Jakarta.
Jan S Aritonang Official (Documentary)
Pelarungan Abu Jenazah Pdt. (Em). Prof. Jan Sihar Aritonang, Ph.D
▶️ Saksikan di Youtube channel: Jan S Aritonang Official (Documentary)
👉 https://youtu.be/uvoKmPWUvm8
Forever in Our Hearts: Ompung Lodi, Pdt. (Em). Prof. Jan Sihar Aritonang, Ph.D.
"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”
(2 Timotius 4:7, BIS)
In Loving Memory of Jan Sihar Aritonang: Pelarungan Abu Jenazah di Sibolga, Sumatera Utara, Sabtu 4 April 2026.
• In Loving Memory of Jan Sihar Aritonang: (Playlist) www.youtube.com/playlist?list...
• Kindly Subscribe, like, share & follow Social Media:
• Youtube: youtube.com/@jansaritonangofficial
• Instagram: www.instagram.com/jansaritonang/
• TikTok: www.tiktok.com/@jansaritonang
• Fan Page FB: web.facebook.com/jansaritonang/
#inlovingmemory #pelarunganabujenazah #jansihararitonang #jansaritonang #inmemoriam #stftjakarta #gkpi #dokumenter #ibadahpelarungan #sibolga #jansaritonangofficial #documentary
5 days ago | [YT] | 7
View 0 replies
Jan S Aritonang Official (Documentary)
“BERJALAN MENUJU KEKEKALAN”
Memoar Seorang Profesor, Pendeta, dan Pengembara Iman.
Eps.2: Aku Anak Batak
▶️ Saksikan di Youtube channel: Jan S Aritonang Official (Documentary)
👉 youtube.com/@jansaritonangofficial
Setiap perjalanan hidup, selalu punya titik awal. Sebelum seseorang dikenal sebagai apa pun—sebagai pendeta, dosen, profesor, atau penulis—ia terlebih dahulu adalah seorang anak. Sebuah kehidupan tidak dibentuk oleh satu peristiwa besar. Ia tumbuh perlahan, melalui tempat, keluarga, pekerjaan, kenangan, dan perjumpaan-perjumpaan kecil yang sering baru terasa maknanya setelah bertahun-tahun kemudian. Dan perjalanan seorang anak bernama Jan Sihar Aritonang, dimulai dari sebuah tempat
yang sederhana: Sibolga.
22 Januari 1953, Ia lahir di sebuah gubuk reyot di dukuh Angin Nauli, Sibolga Julu, di pantai barat Sumatera Utara. Kelahirannya ditolong oleh seorang bidan kampung. Pada usia baru tiga bulan, ia sudah dibawa ayah dan ibunya, Zacharias Aritonang dan Tiurma boru Lumbantobing, ke Medan. Dari sana, Medan menjadi tempat sebagian besar masa kecil dan remajanya. Tetapi bagi Jan Sihar, tempat kelahiran bukan sekadar titik di peta. Ada sesuatu yang lebih dalam: identitas.
“AKU BANGGA JADI ORANG BATAK”
Ia menulis, “Aku bangga jadi orang Batak.” Kalimat itu sederhana. Tetapi di baliknya ada kesadaran tentang dari mana ia berasal, tentang keluarga, tentang tanah leluhur, dan tentang bagaimana sebuah identitas tumbuh sejak masa kanak-kanak. Orang tua juga menjadi bagian penting dari akar itu. Ayahnya, Zacharias, pernah menjalani kehidupan sebagai tentara sebelum kemudian pindah ke Medan dan bekerja di luar militer. Ibunya, Tiurma, meskipun sering sakit-sakitan, tetap bekerja membantu ekonomi keluarga—berladang, memelihara ternak, dan berjualan. Yang paling membekas bagi Jan Sihar adalah kehidupan iman Ibunya: setiap subuh ia berdoa dan membaca Alkitab, dan kesetiaannya mengikuti kehidupan gereja menjadi teladan bagi anak-anaknya.
Episode ini membawa kita kembali ke masa kecil Jan Sihar: kelahirannya di Sibolga, perjalanan ke Medan, kehidupan bersama kakek-nenek, belajar bercocok tanam, berjualan di Pasar Pagi Olympia, hingga pengalaman kehilangan orang-orang yang sangat berarti dalam hidupnya.
Di tengah kehidupan yang sederhana itu, tumbuh nilai-nilai yang kelak menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya: kerja keras, tanggung jawab, identitas, keluarga, iman, dan kemampuan hidup di tengah kemajemukan. Akar kehidupan inilah yang menjadi awal perjalanan seorang anak menuju kehidupan sebagai pendeta, akademisi, profesor, dan pengembara iman.
Simak serial dokumenter buku terbaru: “BERJALAN MENUJU KEKEKALAN: Memoar Seorang Profesor, Pendeta, dan Pengembara Iman.” Editor: Pdt. Dr. Richard Daulay, M.Th., M.A., dan Asteria Taruliasi Aritonang, S.Sos., M.Min., MBA. Kata Pengantar oleh Ketua STFT Jakarta, Pdt. Prof. Binsar J. Pakpahan, Ph.D. Berkolaborasi dengan 73 Kontributor Penulis lintas generasi, lintas agama di Indonesia dan mancanegara. Diterbikan oleh YAYASAN TAMAN PUSTAKA KRISTEN INDONESIA (Anggota IKAPI) bekerja sama dengan SEKOLAH TINGGI FILSAFAT THEOLOGI – STFT JAKARTA.
🎧 Also available to listen on:
• Spotify: bit.ly/Spotify-JanSAritonang
• Amazon Music: bit.ly/AmazonMusic-JanSAritonang
• Audible: bit.ly/Audible-JanSAritonang
• TuneIn: bit.ly/TuneIn-JanSAritonangOfficial
• Kindly Subscribe, like, share & follow Social Media:
• Youtube: youtube.com/@jansaritonangofficial
• Instagram: www.instagram.com/jansaritonang/
• TikTok: www.tiktok.com/@jansaritonang
• Fan Page FB: web.facebook.com/jansaritonang/
#BerjalanMenujuKekekalan #AkuAnakBatak #JanSiharAritonang #Memoar #MemoarKristen #KisahHidup #Batak #Sibolga #Medan #PerjalananIman #KisahInspiratif #DokumenterKristen #ChristianDocumentary #STFTJakarta #ImanKristen #Biografi #Dokumenter #BiografiIndonesia #TokohKristen #PerjalananHidup #KisahNyata #InspirasiKristen #SejarahKristen #RenunganKristen #ChristianDocumentary #STFTJakarta #BukuTerbaru #OrangBatak #anakbatak
1 week ago | [YT] | 22
View 0 replies
Jan S Aritonang Official (Documentary)
“TUHAN MEMULIHKAN UMAT-NYA” – Seri Khotbah
🎙 Pengkhotbah: • Pdt. (Em) Prof. Jan S. Aritonang, Ph.D
▶️ Saksikan di Youtube channel: Jan S Aritonang Official (Documentary)
👉 youtube.com/@jansaritonangofficial
Kitab Amos lahir dalam situasi ketika Israel mengalami kemakmuran secara ekonomi, tetapi kehidupan sosial dan rohaninya dipenuhi ketidakadilan. Orang-orang miskin ditindas, kekayaan dan kekuasaan menjadi ukuran keberhasilan, sementara ibadah kepada Tuhan tidak selalu disertai kehidupan yang benar. Melalui Nabi Amos, Tuhan menegur keras umat-Nya dan memperingatkan bahwa ketidakadilan serta ketidaksetiaan kepada Tuhan akan membawa penghukuman.
Namun, Amos 9:11–15 menghadirkan sebuah perubahan yang penuh pengharapan. Setelah berbicara tentang kehancuran dan penghakiman, Tuhan menjanjikan pemulihan: “Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh.” Tuhan berjanji membangun kembali yang runtuh, memulihkan kehidupan umat-Nya, membuat tanah kembali menghasilkan, dan menanam umat-Nya dengan teguh di tempat yang diberikan-Nya.
Amos 9:11–15 mengingatkan kita bahwa TUHAN ADALAH ALLAH YANG MEMULIHKAN. Ia membangun kembali yang runtuh, menumbuhkan kehidupan yang baru, dan menanam umat-Nya dalam pengharapan. Di tengah dunia yang penuh krisis dan ketidakpastian, mari belajar kembali percaya pada kesetiaan Tuhan.
Pesan ini sangat relevan bagi umat Kristen masa kini. Di tengah dunia yang mengalami krisis, ketidakadilan, konflik, kehilangan, dan ketidakpastian, Amos mengingatkan bahwa Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya. Pemulihan Tuhan bukan sekadar mengembalikan apa yang hilang, tetapi menghadirkan kehidupan baru yang berakar pada kesetiaan-Nya.
Karena itu, Amos 9:11–15 mengajak kita untuk tidak hanya mengharapkan pemulihan, tetapi juga hidup dalam pertobatan, keadilan, kesetiaan, dan pengharapan kepada Tuhan. Dari kehancuran menuju pemulihan. Dari penghakiman menuju pengharapan. Dari tanah yang tandus menuju kehidupan yang berbuah. Tuhan tetap setia memulihkan umat-Nya.
• Topik Khotbah “TUHAN MEMULIHKAN UMAT-NYA” ini merupakan salah satu Seri Khotbah inspiratif yang dibawakan oleh Pdt. [Em] Prof. Dr. Jan Sihar Aritonang, Ph.D, di Gereja Kristen Protestan Indonesia–GKPI JK Satria Grogol Jakarta, dalam Ibadah Minggu 14 Setelah Trinitatis, hari Minggu 21 September 2025. Renungan Firman Tuhan bersumber dari Amos 9:11-15. Epistel: Matius 6:25-34.
🎧 Also available to listen on:
• Spotify: bit.ly/Spotify-JanSAritonang
• Amazon Music: bit.ly/AmazonMusic-JanSAritonang
• Audible: bit.ly/Audible-JanSAritonang
• TuneIn: bit.ly/TuneIn-JanSAritonangOfficial
• Kindly Subscribe, like, share & follow Social Media:
• Youtube: youtube.com/@jansaritonangofficial
• Instagram: www.instagram.com/jansaritonang/
• TikTok: www.tiktok.com/@jansaritonang
• Fan Page FB: web.facebook.com/jansaritonang/
• Seri Khotbah | Jan S Aritonang | GKPI JK Satria Grogol | Inspiration| Education | Collaboration |
#khotbahkristen #firmantuhan #renunganfirmantuhan #yesuskristus #TuhanMemulihkanUmatNya #KitabAmos #khotbahminggu #ibadahminggu #RenunganKristen #Pemulihan #KesetiaanTuhan #ImanKristen #UmatKristen #FirmanTuhanHariIni #ibadahonline #ibadahmingguonline #serikhotbahinspiratif #gkpi #gkpijksatriagrogol #jansihararitonang #jansaritonangofficial
2 weeks ago | [YT] | 16
View 0 replies
Jan S Aritonang Official (Documentary)
“BERJALAN MENUJU KEKEKALAN”
Memoar Seorang Profesor, Pendeta, dan Pengembara Iman
Eps. 1: Mengapa Sebuah Kehidupan Perlu Diceritakan?
▶️ Saksikan di Youtube channel: Jan S Aritonang Official (Documentary)
👉 youtube.com/@jansaritonangofficial
Ada sebuah pertanyaan sederhana yang mungkin pernah muncul dalam hidup kita. Untuk apa seseorang menceritakan kembali hidupnya? Apakah supaya namanya dikenang?
Supaya keberhasilannya dicatat? Atau supaya orang lain tahu betapa hebatnya perjalanan yang sudah ia lalui? Tetapi ada kemungkinan lain. Seseorang menceritakan hidupnya…karena ia sadar bahwa waktu terus berjalan. Kenangan dapat memudar. Orang-orang dapat pergi. Dan suatu hari, kehidupan yang panjang itu hanya akan tinggal sebagai cerita yang samar dalam ingatan orang lain.
Kesadaran seperti itulah yang membawa kita kepada sebuah kisah. Kisah seorang profesor. Seorang pendeta. Seorang pengajar. Seorang penulis. Seorang suami dan ayah. Dan seorang manusia yang, pada akhirnya, memandang seluruh perjalanan hidupnya sebagai perjalanan menuju kekekalan. Namanya: Jan Sihar Aritonang.
Dan kisah ini dimulai bukan ketika ia menjadi profesor. Bukan ketika ia berdiri di ruang kuliah. Bukan ketika namanya dikenal banyak orang. Kisah ini dimulai jauh sebelumnya. Karena itu, memoar ini sebenarnya bukan sekadar catatan tentang seorang tokoh. Dan Jan Sihar sendiri memberikan peringatan sejak awal. Ia mengatakan bahwa ia tidak menulis untuk memamerkan atau membanggakan kehebatan maupun kebolehannya. Justru sebaliknya. Ia mengatakan bahwa mungkin saja dalam tulisan itu ia lebih banyak memperlihatkan kelemahannya.
Ini menarik! Karena kebanyakan orang, ketika menceritakan hidupnya, cenderung memilih bagian-bagian yang membanggakan. Prestasi. Keberhasilan. Pencapaian. Penghargaan. Tetapi Jan Sihar memilih membuka pintu yang lain. Pintu menuju sisi manusiawi. Sisi yang tidak sempurna. Sisi yang memiliki kekurangan. Sisi yang pernah diremehkan. Sisi yang pernah mengalami kesulitan. Dan mungkin justru di sanalah sebuah kehidupan menjadi lebih jujur.
Ia menulis memoarnya dengan satu tujuan sederhana: agar kenangan tentang hidupnya tidak hilang begitu saja. Sebelum ingatan menghilang. Sebelum waktu mengambil semuanya. Dan supaya anak-anak, cucu-cucu, kerabat, dan sahabat-sahabatnya dapat sedikit mengenal: siapa sebenarnya Jan Sihar Aritonang. Bukan hanya Jan Sihar Aritonang yang dikenal dari jabatan dan gelar. Tetapi: Jan Sihar Aritonang sebagai manusia.
Memoar itu menjadi semacam tanda. Sebuah penanda waktu. Seolah-olah ia berkata:
Aku sudah sampai di sini. Tetapi perjalanan belum berakhir. Dan di tengah semua itu, ia melihat hidupnya bukan terutama sebagai keberhasilan manusia. Ia melihatnya sebagai anugerah. Sebagai kemurahan Tuhan.
KELEMAHAN DAN KASIH KARUNIA.
Ada sebuah ayat yang kemudian menjadi sangat penting dalam cara Jan Sihar memahami kehidupannya. Perkataan Rasul Paulus dalam 2 Korintus 12 ayat 9: “Cukuplah kasih-karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanmulah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
Bagi Jan Sihar, kelemahan bukan semata-mata sesuatu yang harus disembunyikan. Kelemahan justru dapat menjadi tempat seseorang mengenali kasih karunia. Ia menyebut hidupnya yang rapuh. Dan dari dalam kerapuhan itu, ia melihat kembali tangan TUHAN yang menopangnya.
Mungkin karena itu pula, judul buku ini tidak berbunyi: Perjalanan Menuju Kejayaan.
Tidak pula: Riwayat Hidup Seorang Profesor. Judulnya adalah: BERJALAN MENUJU KEKEKALAN. Ada kata yang sangat sederhana di sana. BERJALAN. Bukan berlari. Bukan menaklukkan. Bukan menunjukkan bahwa seseorang telah sampai. Tetapi…berjalan. Selangkah demi selangkah. Dengan kekuatan yang ada. Dengan kelemahan yang ada. Dengan pertolongan TUHAN.
Simak serial dokumenter buku terbaru: “BERJALAN MENUJU KEKEKALAN. Memoar Seorang Profesor, Pendeta, dan Pengembara Iman.” Editor: Pdt. Dr. Dr. Richard Daulay, M.Th., M.A., dan Asteria Taruliasi Aritonang, S.Sos., M.Min., MBA. Kata Pengantar oleh Ketua STFT Jakarta, Pdt. Prof. Binsar J. Pakpahan, Ph.D. Berkolaborasi dengan 73 Kontributor Penulis di Indonesia dan mancanegara. Diterbikan oleh YAYASAN TAMAN PUSTAKA KRISTEN INDONESIA (Anggota IKAPI) bekerja sama dengan SEKOLAH TINGGI FILSAFAT THEOLOGI – STFT JAKARTA.
🎧 Also available to listen on:
• Spotify: bit.ly/Spotify-JanSAritonang
• Amazon Music: bit.ly/AmazonMusic-JanSAritonang
• Audible: bit.ly/Audible-JanSAritonang
• TuneIn: bit.ly/TuneIn-JanSAritonangOfficial
• Kindly Subscribe, like, share & follow Social Media:
• Youtube: youtube.com/@jansaritonangofficial
• Instagram: www.instagram.com/jansaritonang/
• TikTok: www.tiktok.com/@jansaritonang
• Fan Page FB: web.facebook.com/jansaritonang/
#JanSiharAritonang #Biografi #KisahHidup #Dokumenter #BiografiIndonesia #TokohKristen #KristenIndonesia #KisahInspiratif #PerjalananHidup #Memoar #KisahNyata #InspirasiKristen #SejarahKristen #RenunganKristen #ChristianDocumentary #STFTJakarta #BukuTerbaru #OrangBatak #Sibolga #anakbatak
3 weeks ago | [YT] | 21
View 0 replies
Jan S Aritonang Official (Documentary)
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA Ke-81
17 Agustus 2026.
“Mari terus jaga persatuan dan kesatuan sebagai sesama Anak Bangsa demi Indonesia yang damai dan sejahtera, berdaulat, adil dan makmur.”
#hutri81 #hutrike81 #Indonesiaberdaulatadildanmakmur #dirgahayuindonesia #dirgahayurepublikindonesia
1 month ago | [YT] | 18
View 0 replies
Jan S Aritonang Official (Documentary)
“MENCINTAI HUKUM ALLAH” | Seri Khotbah
🎙 Pengkhotbah: • Pdt. (Em) Prof. Jan S. Aritonang, Ph.D
▶️ Saksikan di Youtube channel: Jan S Aritonang Official (Documentary)
👉 youtube.com/@jansaritonangofficial
Kita hidup di dunia yang sangat kompleks. Di dunia kita sekarang ini “sangat tidak mudah” membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dan kita juga cenderung untuk berusaha membenarkan apapun yang kita perbuat. Disinilah Tuhan melalui hambanya Rasul Paulus mengingatkan hukum Taurat itu tidak dibatalkan. Walaupun Tuhan Yesus sudah mati dan menanggung dosa kita dan mengampuni kita atas segala pelanggaran kita, hukum Taurat itu tetap berlaku. Yang terjadi adalah perubahan makna, fungsi dan tujuan hukum Taurat Tuhan itu kepada umatnya. Termasuk yang sudah ditebus oleh darah Kristus. Fungsi hukum Taurat bukan menentukan seseorang selamat atau tidak. Tapi menunjukkan bahwa seseorang itu, termasuk kita, berbuat dosa.
Pergumulan batin dalam Roma 7:15-25 menyadarkan kita bahwa hukum Taurat hadir untuk menyingkapkan dosa dan ketidakberdayaan kita, dan itulah realitas pergumulan batin manusia yang sering kali frustrasi karena tahu apa yang baik tetapi justru melakukan apa yang jahat akibat cengkeraman kuasa dosa dalam tubuh kedagingan. Makna mendalam dari teks ini menyadarkan kita bahwa pengetahuan moral atau tekad pribadi saja tidak pernah cukup untuk mengubah hidup. Kita butuh berserah penuh kepada anugerah penyelamatan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat yang sejati.
• Topik Khotbah “MENCINTAI HUKUM ALLAH” ini merupakan salah satu Seri Khotbah inspiratif yang dibawakan oleh Pdt. [Em] Prof. Dr. Jan Sihar Aritonang, Ph.D, di Gereja Kristen Protestan Indonesia–GKPI Jemaat Menteng Jakarta, dalam Ibadah Minggu 5 Setelah Trinitatis, hari Minggu 9 Juli 2023. Renungan Firman Tuhan bersumber dari Roma 7:15-25. Epistel: Kidung Agung 2:8-13.
🎧 Also available to listen on:
• Spotify: bit.ly/Spotify-JanSAritonang
• Amazon Music: bit.ly/AmazonMusic-JanSAritonang
• Audible: bit.ly/Audible-JanSAritonang
• TuneIn: bit.ly/TuneIn-JanSAritonangOfficial
• Kindly Subscribe, like, share & follow Social Media:
• Youtube: youtube.com/@jansaritonangofficial
• Instagram: www.instagram.com/jansaritonang/
• TikTok: www.tiktok.com/@jansaritonang
• Fan Page FB: web.facebook.com/jansaritonang/
• Seri Khotbah | Jan S Aritonang | GKPI Jemaat Menteng | Inspiration| Education | Collaboration |
#khotbahkristen #firmantuhan #renunganfirmantuhan #yesuskristus #khotbahminggu #ibadahminggu #hukumtaurat #KasihKarunia #Injil #ImanKristen #renunganfirman #serikhotbah #ibadahonline #ibadahmingguonline #serikhotbahinspiratif #gkpi #gkpimenteng #jansihararitonang #jansaritonangofficial
1 month ago (edited) | [YT] | 13
View 0 replies
Jan S Aritonang Official (Documentary)
“DUA JEJAK: DIALOG KEILMUAN DAN OIKUMENISME”
📚 Penulis: Rm. Prof. Dr. Antonius Eddy Kristiyanto, OFM
▶️ Saksikan di Youtube channel: Jan S Aritonang Official (Documentary)
👉 youtube.com/@jansaritonangofficial
Dalam dunia akademik dan kehidupan bergereja, dialog sering kali dipahami sebagai percakapan antartradisi atau antaragama. Namun, melalui tulisan "Dua Jejak: Dialog Keilmuan dan Oikumenisme" ini, Rm. Prof. Dr. Antonius Eddy Kristiyanto, OFM, memperlihatkan bahwa dialog sejati jauh melampaui diskusi formal.
Dialog diwujudkan melalui persahabatan, kolaborasi ilmiah, saling menghargai, dan kesetiaan bersama dalam mengembangkan ilmu pengetahuan demi pelayanan kepada gereja dan masyarakat.
Melalui pengalaman pribadi bersama Prof. Dr. Jan Sihar Aritonang, Rm. Prof. Dr. Antonius Eddy Kristiyanto OFM, menghadirkan sebuah refleksi yang hangat sekaligus kaya secara akademik. Tulisan ini bukan hanya mengenang perjalanan seorang sejarawan gereja, melainkan juga menawarkan model konkret bagaimana oikumenisme dapat hidup melalui kerja ilmiah yang saling memperkaya tanpa menghilangkan identitas masing-masing.
Di tengah dunia yang semakin terpolarisasi, tulisan ini mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan, iman, dan persaudaraan dapat berjalan beriringan. Ketiganya menjadi fondasi bagi terbangunnya budaya dialog yang dewasa dan produktif. Keunikan tulisan ini terletak pada perpaduan antara pengalaman personal, refleksi historis, dan penilaian akademik sehingga menghasilkan narasi yang hidup sekaligus berbobot.
Tulisan ini memperlihatkan bahwa oikumenisme bukan sekadar agenda kelembagaan gereja, melainkan budaya hidup yang diwujudkan melalui kerja bersama, saling percaya, dan komitmen membangun masa depan yang lebih baik.
Bagi dunia pendidikan teologi di Indonesia, tulisan ini sekaligus mengingatkan bahwa kualitas seorang akademisi tidak hanya diukur dari banyaknya publikasi ilmiah atau gelar akademik yang disandang. Kualitas itu juga tampak dari kemampuannya membangun generasi penerus, merawat jejaring keilmuan, mengembangkan budaya kolaborasi, dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bentuk pelayanan kepada gereja dan masyarakat.
✍️ Tentang Penulis:
Rm. Prof. Dr. Antonius Eddy Kristiyanto, OFM adalah seorang imam Fransiskan dan Guru Besar Sejarah Gereja di STF Driyarkara. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua STF Driyarkara (2007-2011) dan Ketua Program Studi Ilmu Teologi dan dosen sejarah gereja di STF Driyarkara (2017-2023). Beliau menamatkan pendidikan S1 di Universitas Sanata Dharma pada tahun 1983. Pada tahun 1995 dan 1996, ia mendapatkan gelar Magister Teologi dan Doktor di Pontificia Universitas Gregoriana.
Jangan lewatkan special episodes Review Buku: BERTEOLOGI DALAM SEJARAH, Inspirasi dan Kolaborasi 43 Penulis lintas Agama, lintas Generasi dan lintas Negara.
🎧 Also available to listen on:
• Spotify: bit.ly/Spotify-JanSAritonang
• Amazon Music: bit.ly/AmazonMusic-JanSAritonang
• Audible: bit.ly/Audible-JanSAritonang
• TuneIn: bit.ly/TuneIn-JanSAritonangOfficial
• Kindly Subscribe, like, share & follow Social Media:
• Youtube: youtube.com/@jansaritonangofficial
• Instagram: www.instagram.com/jansaritonang/
• TikTok: www.tiktok.com/@jansaritonang
• Fan Page FB: web.facebook.com/jansaritonang/
#ReviewBuku #BerteologiDalamSejarah #Oikumenisme #Katolik #KatolikIndonesia #Protestan #SejarahGereja #Teologi #TeologiIndonesia #Historiografi #PendidikanTeologi #AkademisiKristen #GerejaIndonesia #STFDriyarkara #STFTJakarta #Katolik #Protestan #BukuTeologi #KristenIndonesia #DialogLintasDenominasi #Interdenominasi #IntegritasIlmiah #Kolaborasi #LiterasiKristen #BookReview #ChristianEducation #ChurchHistory #Ecumenism #Theology #IndonesianTheology #AntoniusEddyKristiyanto #JanSiharAritonang
1 month ago (edited) | [YT] | 19
View 0 replies
Jan S Aritonang Official (Documentary)
“AKHIR ZAMAN MENURUT KITAB DANIEL”
📚 Penulis: Pdt. Drs. Yonky Karman, Ph.D
▶️ Saksikan di Youtube channel: Jan S Aritonang Official (Documentary)
👉 youtube.com/@jansaritonangofficial
Di tengah maraknya penafsiran Kitab Daniel yang sering dikaitkan dengan ramalan kiamat, chip digital, perang dunia, berbagai bencana global, atau prediksi mengenai kapan dunia akan berakhir, tulisan ini menawarkan pendekatan yang berbeda. Melalui kajian bahasa asli, sejarah, dan teologi Perjanjian Lama, Pdt. Drs. Yonky Karman, Ph.D, mengajak pembaca melihat Kitab Daniel dari perspektif yang lebih utuh.
Dengan menelusuri makna istilah "akhir", penglihatan Daniel, dan simbol-simbol angka, penulis mengajak pembaca memahami Kitab Daniel sesuai konteks sejarahnya tanpa kehilangan relevansi teologisnya bagi kehidupan orang percaya masa kini.
Tulisan ini menjadi kontribusi penting bagi pembaca yang ingin membaca Kitab Daniel secara lebih bertanggung jawab, kritis, dan tetap membangun iman. Dengan memadukan kajian bahasa Ibrani dan Aram, sejarah Timur Dekat Kuno, serta teologi apokaliptik, penulis menunjukkan bahwa tema "akhir" dalam Kitab Daniel pertama-tama berbicara tentang berakhirnya masa penindasan terhadap umat Allah pada zaman Antiokhus IV Epifanes, bukan terutama tentang akhir dunia.
Dari konteks sejarah itulah lahir pesan iman yang melampaui zamannya: Allah tetap berdaulat atas perjalanan sejarah dan memberikan pengharapan bagi umat yang setia. Tulisan ini menjadi pengantar yang sangat baik bagi pembaca yang ingin memahami Kitab Daniel secara akademis sekaligus relevan bagi kehidupan orang percaya masa kini.
Tulisan ini memiliki relevansi yang sangat kuat bagi pembaca masa kini, terutama ketika isu mengenai akhir zaman masih sering dipahami melalui berbagai spekulasi dan ramalan. Kajian penulis mengingatkan bahwa pembacaan Kitab Daniel perlu dimulai dari konteks sejarah dan maksud penulisnya sebelum dikaitkan dengan kehidupan sekarang.
Tulisan ini merupakan kajian biblika yang kokoh, argumentatif, dan kaya wawasan sejarah. Alih-alih mengajak pembaca menebak kapan dunia akan berakhir, tulisan ini menolong kita melihat bahwa inti Kitab Daniel adalah kesetiaan Allah yang menopang umat-Nya di tengah penindasan.
✍️ Tentang Penulis:
Pdt. Drs. Yonky Karman, Ph.D. adalah Pendeta dari Gereja Kristen Setia Indonesia. Ia adalah pengamat masalah sosial dan pengajar Perjanjian Lama di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta; alumni Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang (B.Th.), Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta (Drs.), Calvin Theological Seminary, Grand Rapids-USA (Th.M.), dan Evangelische Theologische Faculteit, Leuven-Belgia (Ph.D.).
Jangan lewatkan special episodes Review Buku: BERTEOLOGI DALAM SEJARAH, Inspirasi dan Kolaborasi 43 Penulis lintas Agama, lintas Generasi dan lintas Negara.
🎧 Also available to listen on:
• Spotify: bit.ly/Spotify-JanSAritonang
• Amazon Music: bit.ly/AmazonMusic-JanSAritonang
• Audible: bit.ly/Audible-JanSAritonang
• TuneIn: bit.ly/TuneIn-JanSAritonangOfficial
• Kindly Subscribe, like, share & follow Social Media:
• Youtube: youtube.com/@jansaritonangofficial
• Instagram: www.instagram.com/jansaritonang/
• TikTok: www.tiktok.com/@jansaritonang
• Fan Page FB: web.facebook.com/jansaritonang/
#KitabDaniel #AkhirZaman #YonkyKarman #ReviewBuku #Teologi #TeologiKristen #KajianBiblika #BerteologiDalamSejarah #Eskatologi #Apokaliptik #Hermeneutika #StudiAlkitab #PerjanjianLama #BelajarAlkitab #FirmanTuhan #ImanKristen #KedaulatanAllah #Pengharapan #Gereja #KristenIndonesia #BibleStudy #ChristianEducation #ChristianTheology #BiblicalStudies #jansaritonangofficial
2 months ago | [YT] | 27
View 0 replies
Jan S Aritonang Official (Documentary)
SELAMAT HARI ANAK NASIONAL 23 Juli 2026.
"SAYANG ANAK, LINDUNGI DAN BANGUN MASA DEPAN."
• Lindungi Teman: Berbeda Itu Biasa, Berteman Itu Luar Biasa, Setara Tanpa Kekerasan
• Kalau Aku Jadi Pemimpin Indonesia Tahun 2045
• Saring Sebelum Sharing: Jaga Pikiran dari Berita Bohong #AmandiRuangDaring
• Sekolahku Seru, Mimpiku Melaju #AmandiSekolah
• Stop Perkawinan Anak: Biarkan Aku Tumbuh dan Meraih Impian #AmandiKeluarga
• Bangun Ketahanan Mental Anak, Wujudkan Generasi Tangguh dan Berdaya
• Sahabat Baik Anti NAPZA #AnandaBersinar
Setiap Anak adalah generasi penerus bangsa, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka dapat tumbuh sehat, bahagia, terlindungi, dan mengembangkan potensi terbaiknya sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.
Sumber Naskah: Kemen PPPA RI
#HariAnakNasional2026 #SayangAnakSayangIndonesia #RamahAmanNyamanAnak #RuangAmanNyamanAnak #HariAnakNasional #HAN2026 #SayangAnak #LindungiAnak #AnakIndonesia #IndonesiaEmas2045 #PerlindunganAnak #HakAnak #AnakHebat #GenerasiEmas #PendidikanAnak #RANA #KemenPPPA #ParentingIndonesia #AntiBullying #SekolahRamahAnak #KeluargaIndonesia #jansaritonangofficial
2 months ago | [YT] | 30
View 0 replies
Jan S Aritonang Official (Documentary)
“MEREFORMASI VOTUM: MERENARASIKAN SATU UNSUR LITURGI”
📚 Penulis: Pdt. (Em). Rasid Rachman, D.Th.
▶️ Saksikan di Youtube channel: Jan S Aritonang Official (Documentary)
👉 youtube.com/@jansaritonangofficial
Pernahkah kita bertanya, Mengapa hampir setiap ibadah Protestan selalu diawali dengan votum? Mengapa pendeta mengucapkan, "Pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan..." atau "Ibadah ini berlangsung di dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus"?
Apakah memang sejak awal sejarah gereja, Votum selalu dimaksudkan sebagai pembuka ibadah? Ataukah, selama puluhan tahun kita sebenarnya hanya mewarisi sebuah kebiasaan tanpa pernah benar-benar memahami asal-usulnya?
Tulisan ini merupakan kajian Teologi Liturgi yang menggunakan pendekatan Sejarah Liturgi, Etimologi Teologis, Hermeneutika Liturgi, dan Teologi Praktika untuk merekonstruksi pemahaman gereja mengenai Votum sebagai salah satu unsur liturgi.
Penulis berangkat dari keprihatinan bahwa selama puluhan tahun banyak gereja Protestan di Indonesia menerima pengertian votum secara turun-temurun nyaris tanpa pernah mengkaji kembali dasar sejarah maupun makna katanya.
Melalui tulisan ini, Pdt. (Em). Rasid Rachman mengajak pembaca meninjau ulang pemahaman yang telah lama diterima mengenai votum dalam liturgi gereja-gereja Protestan di Indonesia. Penulis mengajak kita melakukan sesuatu yang jarang dilakukan—bukan mengubah liturgi, melainkan mengubah cara kita memahami liturgi. Karena itu, tujuan utama tulisan ini bukan sekadar menjelaskan arti votum, melainkan mengajak gereja melakukan reformasi pemahaman terhadap istilah tersebut agar praktik liturgi semakin kaya secara teologis dan historis.
Tulisan ini menawarkan sebuah reformulasi pemahaman liturgi yang tidak hanya memperkaya pengetahuan sejarah gereja, tetapi juga mendorong pembaruan cara gereja Protestan memaknai salah satu unsur ibadahnya.
Tulisan ini merupakan kajian liturgika yang kaya akan sejarah, bahasa, dan refleksi teologis. Melalui kajian ini, Pdt. (Em). Rasid Rachman mengajak gereja Protestan Indonesia untuk tidak memahami votum hanya sebagai pembuka ibadah atau pernyataan formal, melainkan sebagai narasi teologis mengenai hidup dan pelayanan yang dilakukan "dalam nama Tuhan."
Reformasi yang dimaksud penulis bukanlah menghapus tradisi gereja, melainkan memperdalam makna di balik tradisi tersebut. Dengan demikian, gereja tidak sekadar mempertahankan bentuk liturgi, tetapi juga memahami dasar historis, teologis, dan spiritual yang melahirkannya. Oleh karena itu, mereformasi votum guna mencapai kedalaman narasi tata liturgi adalah kebutuhan gereja-gereja Protestan di Indonesia dewasa kini.
Tulisan ini juga membuka ruang diskusi yang menarik. Apabila gereja menerima bahwa votum bukan hanya pembuka ibadah, bagaimana implikasinya terhadap penyusunan tata ibadah modern? Apakah istilah "votum" masih perlu dipertahankan, atau justru lebih tepat menggunakan istilah "dalam nama Tuhan"? Bagaimana setiap denominasi Protestan akan merespons usulan reformasi tersebut? Pertanyaan-pertanyaan ini menunjukkan bahwa tulisan ini bukan sekadar menjelaskan sejarah, tetapi juga mengundang dialog teologis yang sehat.
"Tradisi gereja akan semakin hidup ketika dipahami, bukan sekadar diwariskan. Dan melalui tulisan ini, kita diajak untuk melihat kembali bahwa votum—satu unsur liturgi yang tampak sederhana ternyata menyimpan sejarah dan kedalaman teologi yang luar biasa."
✍️ Tentang Penulis:
Pdt. (Em). Rasid Rachman, D.Th. adalah pendeta emeritus dari GKI. Ia meraih S-1 (1989), S-2 (2000) di STT Jakarta, Doktor Teologi (D.Th.) dari STFT Jakarta (2018), dan merupakan salah satu mahasiswa yang pernah diajar oleh Prof. Jan S. Aritonang. Sejak tahun 2021 ia menjadi dosen tetap di STFT Jakarta untuk mata kuliah Liturgika, Ibadah–Ibadah Khusus, dan Pembulatan Studi Teologi. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Program Studi Sarjana Sains Teologi STFT Jakarta (2023-2027).
Jangan lewatkan special episodes Review Buku: BERTEOLOGI DALAM SEJARAH, Inspirasi dan Kolaborasi 43 Penulis lintas Agama, lintas Generasi dan lintas Negara.
🎧 Also available to listen on:
• Spotify: bit.ly/Spotify-JanSAritonang
• Amazon Music: bit.ly/AmazonMusic-JanSAritonang
• Audible: bit.ly/Audible-JanSAritonang
• TuneIn: bit.ly/TuneIn-JanSAritonangOfficial
• Kindly Subscribe, like, share & follow Social Media:
• Youtube: youtube.com/@jansaritonangofficial
• Instagram: www.instagram.com/jansaritonang/
• TikTok: www.tiktok.com/@jansaritonang
• Fan Page FB: web.facebook.com/jansaritonang/
#MereformasiVotum #Votum #Liturgika #TeologiLiturgi #LiturgiProtestan #IbadahProtestan
#SejarahLiturgi #Sejarahgereja #Teologi #GerejaProtestan #Kolose317 #DalamNamaTuhan
#ReviewBuku #BerteologiDalamSejarah #RasidRachman #STFTJakarta #BPKGunungMulia #JanSAritonangOfficial
2 months ago | [YT] | 23
View 0 replies
Load more