Dalam acara penutupan kemarin (30/08), kurator Farah Wardani menegaskan bahwa ARTJOG hadir sebagai seni peristiwa yang mampu membentuk kesadaran kolektif baru. Para seniman dan rekan-rekan supporting staff turut menyampaikan pengalaman keterlibatan mereka dalam ARTJOG tahun ini. Direktur ARTJOG, Heri Pemad, lalu secara resmi menutup kegiatan dan menghaturkan terima kasih mendalam kepada seniman, kurator, serta seluruh tim kerja atas dedikasi dan kerja keras mereka.🌱
— ARTJOG 2026 ARS LONGA: GENERATIO has come to a close. 🙌
During the closing ceremony (30/08), curator Farah Wardani emphasized the role of ARTJOG as an art festival in shaping a new collective consciousness. The participating artists and supporting staff also shared their reflections and insights at this year’s event. Heri Pemad, CEO of ARTJOG, formally closed the event and expressed his profound gratitude to the artists, curators, and the entire team for their dedication and efforts throughout the festival.
Lewat Ma’ Bua’: Having - Being - Other, Densiel Lebang menghayati ritual sebagai ruang transisi untuk memohon berkat bagi kehidupan dan alam. Melalui kolaborasi multidisiplin, karya ini menerjemahkan olah gerak tubuh menjadi pengalaman baru bagi audiens.
🎭 Sampai jumpa di malam terakhir performa•ARTJOG!
— Still captivated by last night’s performance?
In Ma’ Bua’: Having - Being - Other, Densiel Lebang embraces ritual as a space of transition to invoke blessings for life and nature. Through a multidisciplinary collaboration, this work translates body movement into a fresh experience for the audience on the performa•ARTJOG x Bakti Budaya Djarum Foundation stage.📜🧑🩰
👋 Catch you by the performa•ARTJOG stage for our closing night!
Zico Albaiquni menghadirkan instalasi yang berfungsi sebagai ruang untuk memproduksi, mengganggu, dan merenegosiasi narasi. Alih-alih menampilkan karya yang selesai, Zico menyajikan lukisan dalam bentuk fragmen, seperti gambar yang beredar melalui proyeksi, cetakan, dan transparansi yang bertaut dengan sejarah, arsip kolonial, kenangan keluarga, hingga keseharian.
Instalasi ini terdiri dari empat komponen utama, yaitu proyeksi lukisan, arsip terbuka, perpustakaan kolektif, dan penulisan partisipatif. Masing-masing bagian mengajak pengunjung untuk membaca, merespons, dan meninggalkan jejak. Interaksi ini mendorong pemikiran kolektif dan perlawanan terhadap narasi sejarah yang tetap, sehingga memungkinkannya untuk dilapisi, diperdebatkan, dan dikonfigurasi ulang secara tak berujung.📗✏️
— Zico Albaiquni creates an installation that serves as a space to produce, disturb, and renegotiate stories. Rather than presenting finished artworks, Zico offers paintings as fragments of images that circulate through projections, prints, and transparencies, intertwined with narratives involving history, colonial archives, family memories, and daily life.
This installation features four components: painting projections, open archives, a collective library, and participatory writing. Each aspect invites visitors to read, respond, and leave traces. These interactions promote collective thinking and resistance against fixed histories, allowing narratives to be layered, disputed, and endlessly reconfigured.📖🖼️
📚 Zico Albaiquni, Rethinking Narratives: A Reading and Writing Room, 2026.
“Main-Main Artmalan” oleh Gugus Apresiasi Seni - Jogja Art Weeks telah rilis! 📕
Percakapan sore tadi membedah bagaimana para penulis muda ini membaca kembali ARTJOG 2025—Motif: Amalan melampaui selebrasi estetikanya dan menuliskannya dalam sebuah buku. Buku ini menjadi ruang untuk membongkar mitos dan ketegangan dalam sebuah festival seni hingga rapuhnya posisi kritik seni.
Baca tulisan mereka di 🌐 jogjaartweeks.com
— ”Main-Main Artmalan” by Gugus Apresiasi Seni - Jogja Art Weeks is now released! 📖
This afternoon’s discussion explored how these young writers reinterpreted last year’s ARTJOG 2025—Motif: Amalan, beyond its aesthetic celebration, and wrote it down into a book. This book unravels the myths and tensions behind the art festival and the challenges of art criticism today.
Mari menghayati seni performans berbasis ritual bersama Densiel Lebang dalam Ma’ Bua’: Having - Being - Other. 🌾
Dalam pementasan yang berangkat dari tradisi Toraja Ma’ Bua’ (“berbuat sesuatu”) ini, Densiel bersama kolaboratornya mengandaikan ruang liminal untuk memaknai kembali permohonan berkat bagi kehidupan manusia dan alam.
Ma’ Bua’: Having - Being - Other akan hadir di panggung performa•ARTJOG x Bakti Budaya Djarum Foundation 🗓️ Jumat, 28 Agustus 2026 | 🕢19:30 WIB ℹ️ Khusus usia 15+ 🔗 Gratis melalui registrasi di artjog.id/having-being-other
— Engage with a ritual-based performance with Densiel Lebang in Ma’ Bua’: Having - Being - Other. 🌿
In this performance drawn from the Toraja tradition of Ma’ Bua’ (“doing something”), Densiel and her collaborators imagined a liminal space to reinterpret blessings for the lives of humans and nature.
Ma’ Bua’: Having - Being - Other is coming to the stage 🗓️ Friday, 28 August 2026 | 🕢7.30 PM ℹ️ Suitable for 15+ 🔗 Free upon registration at artjog.id/having-being-other
Mari ambil bagian dalam diskusi publik dan penerbitan buku “Main-Main Artmalan” oleh Gugus Apresiasi Seni - Jogja Art Weeks. Buku ini merupakan pembacaan kritis sekaligus parodi diskursif atas tema besar kuratorial ARTJOG 2025, “Motif: Amalan”.📚
🗓️ Kamis, 27 Agustus 2026 | 🕒 15.00 WIB 📍 Ruang ARTJOG Kids, Jogja National Museum
Gratis dan terbuka untuk umum. Daftar sekarang di artjog.id/book-launch
Panel Pembicara dan Pembahas: · Gutami Hayu Pangastuti · Nadia Varayandita · Kemala Hayati · Yacobus Ari Respati
Moderator: Prima Abadi Sulistyo
— Take part in the public discussion and book launch of “Main-Main Artmalan” by Gugus Apresiasi Seni (Art Appreciation Group) - Jogja Art Weeks. This book offers a critical analysis and a playful critique of the ARTJOG 2025 curatorial theme, “Motif: Amalan.”📕
The event is free and open to the public. Register now at artjog.id/book-launch
ARTJOG
Merayakan rekan-rekan media yang terus membantu memperluas jangkauan makna pameran. ✍️
—
Celebrating our media partners who continue to help widen the exhibition’s reach every step of the way.📰
#ARTJOG #ARTJOG2026 #ARSLONGA #GENERATIO
3 weeks ago | [YT] | 4
View 0 replies
ARTJOG
Salam hangat untuk para mitra yang telah melengkapi kebersamaan ARTJOG tahun ini.✨
—
Warmest regards to our partners who made every moment at ARTJOG this year possible.🤗
#ARTJOG #ARTJOG2026 #ARSLONGA #GENERATIO
3 weeks ago | [YT] | 5
View 0 replies
ARTJOG
Apresiasi mendalam bagi para mitra yang senantiasa melangkah bersama kami.💫
—
Deepest gratitude to our partners for walking alongside us.🤝
#ARTJOG #ARTJOG2026 #ARSLONGA #GENERATIO
3 weeks ago | [YT] | 5
View 0 replies
ARTJOG
ARTJOG 2026 ARS LONGA: GENERATIO kini telah usai.
Dalam acara penutupan kemarin (30/08), kurator Farah Wardani menegaskan bahwa ARTJOG hadir sebagai seni peristiwa yang mampu membentuk kesadaran kolektif baru. Para seniman dan rekan-rekan supporting staff turut menyampaikan pengalaman keterlibatan mereka dalam ARTJOG tahun ini. Direktur ARTJOG, Heri Pemad, lalu secara resmi menutup kegiatan dan menghaturkan terima kasih mendalam kepada seniman, kurator, serta seluruh tim kerja atas dedikasi dan kerja keras mereka.🌱
—
ARTJOG 2026 ARS LONGA: GENERATIO has come to a close. 🙌
During the closing ceremony (30/08), curator Farah Wardani emphasized the role of ARTJOG as an art festival in shaping a new collective consciousness. The participating artists and supporting staff also shared their reflections and insights at this year’s event. Heri Pemad, CEO of ARTJOG, formally closed the event and expressed his profound gratitude to the artists, curators, and the entire team for their dedication and efforts throughout the festival.
#ARTJOG #ARTJOG2026 #ARSLONGA #GENERATIO
3 weeks ago | [YT] | 5
View 0 replies
ARTJOG
Masih terkesan dengan penampilan semalam?🌱✨
Lewat Ma’ Bua’: Having - Being - Other, Densiel Lebang menghayati ritual sebagai ruang transisi untuk memohon berkat bagi kehidupan dan alam. Melalui kolaborasi multidisiplin, karya ini menerjemahkan olah gerak tubuh menjadi pengalaman baru bagi audiens.
🎭 Sampai jumpa di malam terakhir performa•ARTJOG!
—
Still captivated by last night’s performance?
In Ma’ Bua’: Having - Being - Other, Densiel Lebang embraces ritual as a space of transition to invoke blessings for life and nature. Through a multidisciplinary collaboration, this work translates body movement into a fresh experience for the audience on the performa•ARTJOG x Bakti Budaya Djarum Foundation stage.📜🧑🩰
👋 Catch you by the performa•ARTJOG stage for our closing night!
#ARTJOG #ARTJOG2026 #ARSLONGA #GENERATIO #performaARTJOG
3 weeks ago | [YT] | 4
View 0 replies
ARTJOG
Setelah lebih dari dua bulan bersama, saatnya kita menutup ARTJOG 2026 ARS LONGA: GENERATIO.👋
Closing Ceremony
🗓 Minggu, 30 Agustus 2026
🕣 20.00 WIB
Closing Performance
🎶 White Shoes & The Couples Company
🕘 20.45 WIB
💿 Les Garçons Aux Chaussures Blanches: Roy, Gingerale, Uncle John, Ricky Virgana
🕘 21.45 WIB
🆓 Free entry with ARTJOG ticket
📍 ARTJOG Stage
—
After more than two incredible months of being here, join us as we wrap up ARTJOG 2026 ARS LONGA: GENERATIO.🙋♀️
#ARTJOG #ARTJOG2026 #ARSLONGA #GENERATIO
3 weeks ago | [YT] | 1
View 0 replies
ARTJOG
Zico Albaiquni menghadirkan instalasi yang berfungsi sebagai ruang untuk memproduksi, mengganggu, dan merenegosiasi narasi. Alih-alih menampilkan karya yang selesai, Zico menyajikan lukisan dalam bentuk fragmen, seperti gambar yang beredar melalui proyeksi, cetakan, dan transparansi yang bertaut dengan sejarah, arsip kolonial, kenangan keluarga, hingga keseharian.
Instalasi ini terdiri dari empat komponen utama, yaitu proyeksi lukisan, arsip terbuka, perpustakaan kolektif, dan penulisan partisipatif. Masing-masing bagian mengajak pengunjung untuk membaca, merespons, dan meninggalkan jejak. Interaksi ini mendorong pemikiran kolektif dan perlawanan terhadap narasi sejarah yang tetap, sehingga memungkinkannya untuk dilapisi, diperdebatkan, dan dikonfigurasi ulang secara tak berujung.📗✏️
—
Zico Albaiquni creates an installation that serves as a space to produce, disturb, and renegotiate stories. Rather than presenting finished artworks, Zico offers paintings as fragments of images that circulate through projections, prints, and transparencies, intertwined with narratives involving history, colonial archives, family memories, and daily life.
This installation features four components: painting projections, open archives, a collective library, and participatory writing. Each aspect invites visitors to read, respond, and leave traces. These interactions promote collective thinking and resistance against fixed histories, allowing narratives to be layered, disputed, and endlessly reconfigured.📖🖼️
📚 Zico Albaiquni, Rethinking Narratives: A Reading and Writing Room, 2026.
#ARTJOG #ARTJOG2026 #ARSLONGA #GENERATIO #PRACTICA
3 weeks ago | [YT] | 1
View 0 replies
ARTJOG
“Main-Main Artmalan” oleh Gugus Apresiasi Seni - Jogja Art Weeks telah rilis! 📕
Percakapan sore tadi membedah bagaimana para penulis muda ini membaca kembali ARTJOG 2025—Motif: Amalan melampaui selebrasi estetikanya dan menuliskannya dalam sebuah buku. Buku ini menjadi ruang untuk membongkar mitos dan ketegangan dalam sebuah festival seni hingga rapuhnya posisi kritik seni.
Baca tulisan mereka di 🌐 jogjaartweeks.com
—
”Main-Main Artmalan” by Gugus Apresiasi Seni - Jogja Art Weeks is now released! 📖
This afternoon’s discussion explored how these young writers reinterpreted last year’s ARTJOG 2025—Motif: Amalan, beyond its aesthetic celebration, and wrote it down into a book. This book unravels the myths and tensions behind the art festival and the challenges of art criticism today.
Read their essays at 🌐 jogjaartweeks.com
#ARTJOG #ARTJOG2026 #ARSLONGA #GENERATIO #JogjaArtWeeks
3 weeks ago | [YT] | 3
View 0 replies
ARTJOG
Mari menghayati seni performans berbasis ritual bersama Densiel Lebang dalam Ma’ Bua’: Having - Being - Other. 🌾
Dalam pementasan yang berangkat dari tradisi Toraja Ma’ Bua’ (“berbuat sesuatu”) ini, Densiel bersama kolaboratornya mengandaikan ruang liminal untuk memaknai kembali permohonan berkat bagi kehidupan manusia dan alam.
Ma’ Bua’: Having - Being - Other akan hadir di panggung performa•ARTJOG x Bakti Budaya Djarum Foundation
🗓️ Jumat, 28 Agustus 2026 | 🕢19:30 WIB
ℹ️ Khusus usia 15+
🔗 Gratis melalui registrasi di artjog.id/having-being-other
—
Engage with a ritual-based performance with Densiel Lebang in Ma’ Bua’: Having - Being - Other. 🌿
In this performance drawn from the Toraja tradition of Ma’ Bua’ (“doing something”), Densiel and her collaborators imagined a liminal space to reinterpret blessings for the lives of humans and nature.
Ma’ Bua’: Having - Being - Other is coming to the stage
🗓️ Friday, 28 August 2026 | 🕢7.30 PM
ℹ️ Suitable for 15+
🔗 Free upon registration at artjog.id/having-being-other
📸: Witjak Widhi Cahya (@widhicahya)
#ARTJOG #ARTJOG2026 #ARSLONGA #GENERATIO #performaARTJOG
4 weeks ago | [YT] | 2
View 0 replies
ARTJOG
Mari ambil bagian dalam diskusi publik dan penerbitan buku “Main-Main Artmalan” oleh Gugus Apresiasi Seni - Jogja Art Weeks. Buku ini merupakan pembacaan kritis sekaligus parodi diskursif atas tema besar kuratorial ARTJOG 2025, “Motif: Amalan”.📚
🗓️ Kamis, 27 Agustus 2026 | 🕒 15.00 WIB
📍 Ruang ARTJOG Kids, Jogja National Museum
Gratis dan terbuka untuk umum. Daftar sekarang di artjog.id/book-launch
Panel Pembicara dan Pembahas:
· Gutami Hayu Pangastuti
· Nadia Varayandita
· Kemala Hayati
· Yacobus Ari Respati
Moderator: Prima Abadi Sulistyo
—
Take part in the public discussion and book launch of “Main-Main Artmalan” by Gugus Apresiasi Seni (Art Appreciation Group) - Jogja Art Weeks. This book offers a critical analysis and a playful critique of the ARTJOG 2025 curatorial theme, “Motif: Amalan.”📕
The event is free and open to the public. Register now at artjog.id/book-launch
#ARTJOG #ARTJOG2026 #ARSLONGA #GENERATIO #JogjaArtWeeks
4 weeks ago | [YT] | 2
View 0 replies
Load more